Seperti kemarin, hari ini aku akan ke pasar bersama mantan pacar belanja berbagai keperluan untuk dagangan. Ada banyak bahan yang harus aku siapkan sebelum menjualnya di sore hari.
Bagiku, pergi ke pasar bukan sekadar belanja kebutuhan sehari-hari. Ada daftar panjang yang harus dipastikan tidak boleh tertinggal. Tepung, telur, margarin, gula, minyak goreng, dan lain sebagainya harus lengkap. Semuanya mesti selesai sebelum aktivitas jualan dimulai. Karena itu, aku dan suami sengaja berangkat pagi-pagi.
Tas dan daftar belanja sudah siap. Tinggal berangkat dan berharap semua urusan di pasar berjalan lancar.
Perjalanan Pagi yang Penuh Debu
Jalan menuju pasar cukup ramai. Beberapa kendaraan sudah berlalu-lalang meskipun hari masih pagi. Di beberapa bagian jalan, debu cukup banyak karena kondisi permukaannya kering. Awalnya aku tidak terlalu memikirkannya. Sampai sebuah kendaraan melintas dan membuat debu beterbangan ke arahku. Aku spontan memejamkan mata dan memalingkan wajah.
“Waduh, debu,” gumamku sambil mencoba mengedipkan mata beberapa kali.
Motor yang dikemudikan suami berhenti sebentar di lampu merah yang hanya tinggal beberapa detik lagi menuju hijau. Setelah itu perjalanan ke pasar pun berlanjut.
Sesampainya di pasar, aku langsung sibuk berkeliling mencari barang yang dibutuhkan. Karena sedang mengejar waktu, kuabaikan sejenak mata yang terasa agak tak nyaman setelah terkena debu tadi. Yang ada di kepalaku hanya satu, semua belanjaan harus selesai agar bisa segera pulang dan menyiapkan dagangan.
Namun, semakin lama berada di pasar, mataku bertambah tak nyaman. Ada rasa sepet yang membuatku ingin terus berkedip. Ingin rasanya mengucek mata, tetapi berusaha kutahan, khawatir bertambah merah dan sakit.
“Pasti ini gara-gara kena debu yang tadi,” pikirku.
Ketika Mata Mulai Terasa Kering
Debu dan angin ternyata memang bisa membuat mata terasa tidak nyaman. Apalagi jika aktivitas dilakukan di luar ruangan dalam waktu cukup lama. Seperti yang terjadi padaku. Belum lagi setelah sampai di rumah, masih ada pekerjaan lain yang menunggu. Menyiapkan bahan, membuat adonan, memasak, menggiling adonan dan lainnya sebagainya.
Tanpa sadar, mata kembali bekerja lebih lama, karena harus terus terjaga, terkena asap dan juga butiran halus tepung yang tersebar. Tanpa sengaja kukucek mata secara perlahan, berharap rasa tak nyaman tadi hilang. Sayangnya, malah perih yang tadinya agak menghilang kembali terasa di kedua mataku.
Aku pun mulai menyadari bahwa mata seharusnya tidak hanya diperhatikan ketika sudah terasa bermasalah. Kebiasaan sederhana seperti memberi waktu mata untuk beristirahat, menghindari mengucek mata, dan menjaga kenyamanan mata juga penting dilakukan dalam keseharian. Terutama jika sedang melakukan rutinitas sehari-sehari.
Jangan Sepelekan Mata yang Terasa SePeLe
Sebagai orang yang selalu sibuk dengan berbagai aktivitas, kadang kita memang begitukan? Menyepelekan sesuatu yang mungkin saja bisa berakibat fatal. Contohnya ya seperti ini. Kalau mata terasa sepet atau kering, kita menganggapnya sebagai gangguan kecil yang akan hilang sendiri.
Apalagi ketika sedang banyak pekerjaan. Rasanya masih ada banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan. Padahal, mata yang terasa tidak nyaman bisa membuat kita kehilangan konsentrasi dalam melakukan aktivitas.
Aku sendiri baru merasakannya. Mau menyiapkan adonan, mata terasa sepet. Pas lagi giling adonan, mata rasanya lelah.
“Memang #MataSePeLejanganSepelein bukan sekadar ungkapan saja.” Kataku dalam hati. Rasa sepele pada mata tak boleh kita abaikan. Apalagi bagi orang yang sehari-hari banyak beraktivitas di luar ruangan, berkendara, berada di tempat berdebu, atau menghabiskan waktu cukup lama di depan layar.
Siapkan Perlindungan untuk Aktivitas Sehari-hari
Semua urusan persiapan jualan sudah selesai tetapi mataku masih terasa tak nyaman. Dari tadi masih terasa sedikit perih dan kering. “Lah, aku kan punya #InstoDryEyes, kok bisa lupa sih,” pikirku.
Segera kucari botol bertutup biru tersebut dalam kotak obat di lemari sebelah jendela. Insto ini kubeli di sebuah supermarket beberapa hari yang lalu. Rekomendasi dari seorang teman. Katanya sih bagus untuk mata kering dan perih. Begitu menemukannya, langsung kutetes di kedua mata. Rasa dingin yang menyebar membuatku menutup mata sejenak.
Sesaat kemudian, dengan mata yang sudah terbuka kembali kutatap botol kecil berisi 7,5 ml yang yang masih ada di tanganku. Sensasi tak nyaman di mataku mulai sedikit mereda. Keren, produk seimut ini ternyata bisa mengatasi masalah mata yang kuhadapi. Apalagi ini praktis untuk dibawa, muat di kantong atau dompet. Sehingga ketika mata terasa kering dan membutuhkan bantuan untuk kembali terasa nyaman, tidak perlu lagi bingung mencari.
Nah, tak cuma orang seperti aku yang butuh produk ini. Kamu yang suka bepergian, bekerja di depan layar, atau siapa saja, sepertinya juga perlu memiliki produk ini. Karena manfaatnya yang baik untuk menjaga kenyamanan mata terlepas dari apapun aktivitas kamu. Kalau mata terasa tidak nyaman, pekerjaan yang sebenarnya sederhana pun sudah pasti akan terganggu.
Jangan Biarkan Mata Kering Mengganggu Setiap Aktivitas
Belajar dari pengalaman tadi, aku pun mulai lebih memperhatikan kondisi mata. Setelah terpapar debu, sebaiknya jangan langsung mengucek mata. Memberikan waktu untuk beristirahat dan menjaga kebersihan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan mata.
Selain itu, aku juga selalu sediakan #InstoDryEyes untuk membantu mengatasi mata kering, perih atau lelah. Ketika sewaktu-waktu mata terasa tak nyaman di tengah aktivitas, tinggal keluarkan saja produknya dari dompet lalu tes, tes, tes, tes, #BebasMataKering deh.
Posting Komentar untuk "Mata SePeLe Jangan Disepelein: Mata Nyaman, Dagangan Aman"